Partai Persatuan Rakyat Malaysia (United) belum memutuskan untuk memperluas sayapnya ke Sabah, kata ketuanya Tun Dr Mahathir Mohamad.

Menurut Perdana Menteri, masalah ini harus didiskusikan di tingkat kepemimpinan puncak terlebih dahulu.

“Kami membuat keputusan pada pertemuan itu. Kami memiliki pertemuan Dewan Tertinggi (sebelum membuat keputusan untuk memperluas sayap kami ke Sabah), “katanya kepada wartawan hari ini.

Dia diminta untuk mengomentari pernyataan dari mantan ketua penghubung UMNO Sabah dan Majelis Negara Bagian Sulaman Datuk Hajiji Noor bahwa Amerika Serikat akan segera melebarkan sayapnya ke Sabah,

Setelah itu, Ketua Menteri dan Presiden Partai Sabah (Warisan) Datuk Seri Mohd Shafie Apdal dilaporkan mengatakan masalah itu tidak diharapkan karena Warisan dan Persatuan telah mencapai kesepakatan mengenai masalah tersebut.

Mengomentari perkembangan lain, Dr Mahathir mengatakan dia belum menerima informasi lengkap tentang masalah Deputi Menteri Luar Negeri Datuk Seri Dr Marzuki Yahya.

“Kami belum menerima informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” katanya setelah menyampaikan pidato utama pada KTT Unity 2019 sehubungan dengan perayaan Hari Kesatuan Negara Bagian Penang dan Peringatan 15 tahun Dewan Konsultasi Pemirsa Negara Penang di sini hari ini.

Pada 4 Februari, aktivis politik Muhsin Abdul Latheef mengajukan laporan polisi terhadap pemilik akun Facebook Zulfahan Pagon mengklaim program pendidikan jarak jauh untuk kursus administrasi bisnis diikuti oleh Marzuki tidak ada di University of Cambridge.

Mengomentari masalah ini, Marzuki mengatakan dia siap untuk menunjukkan bukti studi sebelumnya di universitas.

Namun, beberapa portal berita melaporkan Marzuki mengatakan dia memperoleh gelar dari Universitas Internasional Cambridge di Amerika Serikat, bukan Universitas Cambridge di Inggris.

Sementara itu, ke-13 serikat pekerja di Penang yang dipimpin oleh Sekretaris Negara Azahari Aris menyatakan dukungan untuk kepemimpinan Marzuki sebagai Ketua Umum dan Sekjen Partai Penang.